YAZID JAWAS ADALAH TOKOH BESAR SURURI INDONESIA BENARKAH

بسم الله الرحمن الرحيم

orang yang pertama kali membuat kaedah seperti ini

” HAK TABDI MEMVONIS KEPADA SESEORANG PELAKU BID’AH HAKNYA ULAMA SAJA “

dalam hal ini ana menjelaskan tentang sifat sifat sururiyyah di bawah ini

dalil tentang anjuran untuk mengetahui kejelekan kejelekan fitnah terhadap seseorang yang membuat kejahatan dalam dakwah di bawah ini

Dan Hudzaifah ibnul Yaman radhiyalloh `anhuma berkata:

كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي. الحديث
“Dulu orang-orang bertanya kepada Rosululloh -shalallohu ‘alaihi wa sallam- tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang kejelekan karena aku takut akan menimpa diriku (al hadits)” (HSR Al Bukhori dan Muslim)

Imam Al Hafidh Abdul Ghoni bin Abdul Wahid Al Maqdisi -rahimahulloh- berkata: “Ketahuilah -rahimakalloh- bahwasanya Islam dan Muslimin tertimpa musibah dari tiga golongan:

Satu kelompok yang menolak hadits-hadits sifat Alloh dan mendustakan para perawinya. Mereka ini lebih berbahaya terhadap Islam dan Muslimin daripada orang-orang kafir.

Satu kelompok yang yang mengakui keshahihan hadits-hadits tersebut dan menerimanya, tapi menta`wilinya (memalingkan maknanya dari lafazh lahiriyahnya tanpa dalil). Maka mereka ini lebih berbahaya daripada kelompok pertama.

Kelompok ketiga yang menjauh dari dua pendapat pertama, dan memilih –dengan persangkaan mereka- pendapat yang mensucikan Alloh, dan mereka itu dusta dengan ucapan tadi, karena sikap tadi secara kenyataan menjerumuskan mereka kepada dua pendapat pertama (ingkar dan ta`wil). Dan mereka ini lebih besar bahayanya daripada dua kelompok pertama.

(“Aqidah Al Hafidh Abdul Ghoni bin Abdul Wahid” hal. 121 lihat “Naqdur Rijal” hal. 113-114)

BAB : sejarah singkat pendiri sururiyyah

Pendiri Sururiyyah

Sururiyyah adalah firqoh (sempalan) yang dinisbatkan kepada seorang pria haroki (pergerakan) yang bernama Muhammad bin Surur bin Nayif Zainal Abidin yang bermukim di kota kafir London – Inggris. Dulunya dia adalah anggota firqoh khorijiyyah shufiyyah “Al Ikhwanul Muslimin” selama dua puluh tahun, kemudian keluar dari firqoh tersebut dan melontarkan kritikan terhadapnya serta menampakkan sunnah dan membantah beberapa ahli bid`ah sehingga meraih beberapa pujian dari para ulama besar seperti Imam Abdul Aziz ibnu Baz dan Imam Muqbil bin Hadi Al Wadi`i -rahimahumalloh- dan selainnya.

Ketika terjadi krisis teluk muncullah jati diri mereka sebagai khowarij dan nampaklah kebencian mereka yang sangat terhadap Ahlussunnah dan serangan terhadap Salafiyyin sehingga akhirnya kebanyakan para ulama mengkritik mereka seperti Imam Muqbil bin Hadi Al Wadi`i -rahimahulloh-, Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan -hafidhahulloh-, Syaikh Ahmad An Najmi -rahimahulloh- Syaikh Robi` bin Hadi Al Madkholi, Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkholi, dan Syaikh Zaid bin Muhammad Al Madkholi, dan lainnya -hafidhahumulloh-, dan menetapkan bahwa Muhammad bin Surur dan anak buahnya adalah ahlul bid`ah. (sumber penukilan: lihat kitab-kitab yang tersebut pada bab tiga).

Imam Muqbil bin Hadi Al Wadi`i -rahimahulloh- berkata: “Telah terang hakikat bahwasanya mereka itu adalah hizbiyyun, dan melarikan orang dari ulama.” (“Tuhfatul Mujib” hal. 144)

Dan Fadhilatusy Syaikh Ahmad An Najmi -rahimahulloh- berkata: “Maka sesungguhnya aku menasihatkan kepadamu agar engkau menjauhkan diri dari mereka dan lari dari mereka.” (“Mauridul `Adzb waz Zulal” hal. 247)

Dan Fadhilatusy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuri -hafidhahulloh- telah menjulukinya sebagai hizbi besar dan bahwasnya dia itu sesat. (“Syar`iyyatun Nush waz Zajr” hal. 46)

Dan ketahuilah bahwasanya Sururiyyah adalah salah satu dari keturunan “Al Ikhwanul Muslimin”, metodenya tidak jauh berbeda dengan metode sang induk. Bacalah ucapan Imam Al Wadi`i -rahimahulloh- di “Tuhfatul Mujib” hal. 145, dan Syaikh Ahmad An Najmi -rahimahulloh- di kitab “Mauridul `Adzb waz Zulal” hal. 224 dan 247.

.
BAB : hakekat sururiyyah adalah hizbi menisbahkan pada salafiyyah

Bersembunyi di balik nama Salafiyyah. Bacalah ucapan Imam Al Wadi`i -rahimahulloh- di “Tuhfatul Mujib” hal. 144 dan 148, dan Syaikh Ahmad An Najmi -rahimahulloh- di kitab “Mauridul `Adzb waz Zulal” hal. 247 dan Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkholi -hafidhahulloh- dalam catatan kaki beliau terhadap kitab “Mauridul `Adzb waz Zulal” hal. 239.

yazid jawas menisbahkan kepada dakwah salafiyyah yang pada hakekatnya adalah hizbiyyah

dimana bukti kerterkaitannya kepada hubungannya pada kelompok kelompok hizbiyyah
seperti di bawah ini

1. IHYA ATTUROUT

2. ASSOFWA

3. DEWAN DAKWAH ISLAMIYAH INDONESIA

http://www.dewandakwah.com/content/view/303/51/

4. HIDAYAT NUR WAHID

inilah sifat sifat sururiyyah paling menonjol

Berkumpul bersama beberapa dari mubtadi`ah, padahal Ulama Salaf telah sepakat untuk melarang yang demikian. Bacalah tulisan Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkholi -hafidhahulloh- dalam catatan kaki beliau terhadap kitab “Mauridul `Adzb waz Zulal” hal. 241.

BAB : membangun sikap marah jika salafiyyin membongkar AHLU BID’AH !!!

Marah terhadap manhaj Jarh wat Ta`dil yang dengannya terbongkarlah kejelekan hizbiyyun. Bacalah ucapan Imam Al Wadi`i -rahimahulloh- di “Tuhfatul Mujib” hal.

orang orang yang bersama yazid jawas kebanyakan mereka menampilkan sikap pembelaan kepada orang orang yang terfitnah

berusaha memadamkan cahaya kebenaran dengan cara cara keji di bawah ini

1. menuduh kepada orang yang tampil menjarh ahlu bid’ah sebagai JAMAAH TAHDZIR !!!

2. menuduh bahwa JARH kepada seorang MUBTADI sebagai GHIBAH !!!

3. MENUTUP RAPAT RAPAT SYARIAT KRITIKAN DAN MEMBUKA CELAAN TERHADAP SUNNAH

ini sebagai bukti bahwa perbuatan di atas menyelisihi uslub dakwah para ulama salaf sebagaimana perkataan ulama di bawah ini

Asy Syaikh Al ‘Allamah Muhammad Al Basyir Al-Ibrohimi -rohimahulloh-
berkata: “Wajib bagi seorang alim agama ini untuk bersemangat dalam memberikan
petunjuk ketika bersemangatnya kesesatan itu dan untuk bersegera di dalam
menolong kebenaran ketika dia melihat kebatilan sedang melawannya serta
untuk menyerang kebid’ahan, kejelekan serta kerusakan sebelum menjadi kuat
dan semakin memuncak, sebelum manusia menjadi terbiasa dengannya dan
meresap dalam hati-hati mereka sehingga sulit untuk mencabutnya. Maka wajib
atas seorang alim untuk terjun ke tengah-tengah kancah sebagai mujahid, janganlah
dia menjadi orang yang tertinggal di belakang dan hanya duduk-duduk saja.

Hendaknya juga untuk berbuat sebagaimana yang dilakukan oleh para pengobat
pemberi nasehat di tempat-tempat terjangkitnya wabah penyakit untuk menyelamatkan manusia dan untuk menyadarkan orang-orang yang berada dalam kesalahan, bukannya berjalan bersama mereka, tetapi berusaha untuk
membubarkan perkumpulan mereka di atas kesalahan tersebut.” (“Al-Atsar”/karya
beliau/4/110-111/sebagaimana dalam kitab “Ash Showarif ‘Anil Haqq”/Hamd bin
Ibrohim Al ‘Utsman/hal. 143/Darul Imam Ahmad

Syaikh Robi` bin Hadi Al Madkholi -hafidhahulloh- setelah menyebutkan musuh ahlul haq wat tauhid dari kalangan ilmaniyyun (sekuler), yahudi, nashoro, komunis dan ahlul bida` yang sesat dari kalangan ahlil khurofat, hizbiyyun dan harokiyyun, beliau berkata:
“Dan yang paling kuat tusukannya dan paling keras pengaruhnya adalah ahlul bida` yang menyimpan dendam, karena mereka itu dengan makar dan tipu dayanya serta baju sunnah yang mereka pakai bisa masuk ke seluruh markaz, menerobos lewat setiap saluran dari sekolah-sekolah, kampus-kampus dan masjid-masjid dan sebagainya. Maka mereka bisa membentuk suatu generasi yang membawa pemikiran mereka –semuanya atau sebagiannya- dengan sengaja ataupun tidak.

Maka generasi yang telah mereka latih dan mereka bentuk dengan pengawasan langsung mulai bergerak dan menyeru kepada pemikikiran mereka dan membelanya dengan kegiatan di sana-sini di kampus dan sekolah dalam suasana yang susah ini. Yang mana dakwah Alloh butuh kepada pria-pria yang cemburu dan mengangkat bendera dakwah dengan kuat dan tekad untuk menyerang kavaleri kebatilan, tipu daya dan makar, sehingga bisa mengusir balik mereka sampai mundur ke belakang dengan hina.

Tiba-tiba saja ada suara-suara naik dengan membawa nama salafiyyah dan keadilan untuk orang-orang yang mereka gambarkan terdholimi dari kalangan ahlil bida` yang memerangi ahlussunnah wat tauhid di tengah-tengah rumah mereka, dan merusak akal dan akidah dari kebanyakan anak-anak ahlussunnah wat tauhid, dan memperburuk gambar manhaj salafi dan para salafiyyun di mata anak-anak mereka.
Maka mulailah orang-orang yang terkemuka dari generasi tersebut menyerukan manhaj baru dalam mengkritik manhaj-manhaj, dakwah-dakwah dan kitab-kitab serta tokoh-tokoh. Mereka itu mengaku-aku bahwasanya manhaj inilah manhaj yang pertengahan. Maka kebanyakan dari para pemuda dan para penulis mengira bahwa demikianlah adanya bahkan menyatakan bahwa inilah manhaj ahlusnnah wal jama`ah.
Dan beredarlah tulisan-tulisan dari sebagian orang yang menisbatkan diri kepada salaf.

Dan kebanyakan para pemuda terpengaruh, terpikat, dan menerimanya karena mereka menyangka bahwa itulah kebenaran dan keadilan. Dan mulailah meresap ke dalam jiwa-jiwa mereka –disayangkan- dalam keadaan mereka itu tidak tahu bahwa manhaj tadi adalah madzhab resapan ke dalam Islam dan muslimin , meresap masuk kepada mereka yang berasal dari musuh-musuh mereka sebagaimana meresapnya pemikiran yang lain ke dalam masyarakat Islam.” (“Naqdur Rijal” hal. 19-20)

BAB : MEMUTLAKKAN HAK TABDI VONIS MUBTADI HANYA DI PERUNTUKKAN ULAMA SAJA

bab terakhir dari pembahasan tentang siapa yazid jawas ini subhat yang pertama kali di munculkan oleh yazid jawas lalu di sebarkan oleh kawan kawannya yang bersamanya

oleh karena kami bantah subhat rapuh di bawah ini

TIDAK BENAR HAK TABDI DI KHUSUSKAN HANYA PARA ULAMA SAJA

Al-Allamah Robi’ bin Hadi bin ‘Umair Al-Madkholi s ditanya sebagaimana
dalam Majmu’ Kutub wa Rosail wa fatwa (14/262): Menjarh dan menta’dil
seseorang apakah itu khusus bagi ulama’ saja ataukah boleh juga bagi para
pemuda yang punya pengetahuan, dan apa yang disyaratkan dalam pengetahuan
itu?

Beliau menjawab: Jarh wat ta’dil harus berdasarkan lurusnya aqidah
sebagaimana Al-Khotib Al-Baghdadi mengisyaratkan kepada hal itu. Dan harus
berdasarkan ilmu pengetahuan tentang sebab-sebab jarh, harus mengetahui, dan
harus didasari taqwa dan waro’. Dan apabila yang menjarh itu punya ilmu dan
ketaqwaan dan waro’ maka boleh baginya untuk menjarah.
Dan apabila perkaranya orang yang dijarh itu sangat jelas diketahui oleh orang khusus (ulama’)

dan umumnya manusia (selain ulama’) mengetahui bahwa ini mencuri, dan ini
berzina benar-benar mengetahui, mengetahui ini pengkhianat, mengetahui ini
orang rofidhoh, mengetahui bahwa ini sufi thowaf di kuburan di hadapannya, dan
merayakan maulid, maka perkara-perkara yang sangat jelas ini yang semua
mengetahui baik ulama’ atau selain ulama’, tidak disyaratkan padanya (orang yang
mengetahui kesesatannya) untuk pergi ke ulama’ agar ulama’ itu menjarhnya.

Karena perkaranya sangat jelas (diketahui) ulama’ dan selain ulama’.
Dan Syaikh Yahya Al-Hajuri s ditanya, sebagaimana dalam kaset pertanyaan
dari daerah Laudar dan Mudiyah pada malam senin 11 Robiul Awwal 1432:
Pertanyaan keenam: Apabila seorang tholibul ilmi melihat sohibul hawa (pengekor
hawa nafsu) di daerahnya yang manusia tertipu dengannya, apakah boleh baginya
untuk mentahdzir orang itu ataukah ini khusus bagi ulama’?

Beliau menjawab: Apabila dia mengetahui bahwa orang itu betul-betul
sohibul hawa, dan manusia betul-betul tertipu dengannya, selama dia
mengetahui keadaannya maka boleh baginya untuk mengatakan ini adalah sohibul
hawa. Ini apabila dia mampu untuk membedakan antara sohibul hawa dan yang
bukan. Sebagian tolibul ilmi ada yang memiliki kemampuan sehingga mengetahui
bahwa itu adalah sohibul hawa.

Sekarang wahai ikhwan, para tolibul ilmi
mengetahui orang-orang sufi atau tidak? Para peramal … dan demikian pula
mengetahui para hizbiyyin mengetahui … Dan orang yang sudah ma’ruf dengan
yakin, bahwasanya orang ini keadaannya seperti ini dan dia (tholibul ilmi)
mentahdzirnya maka tidak diingkari. Karena ini adalah usahanya dan ijtihadnya
dan inilah yang mendekatkannya kepada Alloh.

Adapun kalau sekedar menerka atau tidak punya kemampuan atau tidak dapat meletakkan perkara pada tempatnya atau tidak mengetahui perkara ini, tidak paham, bisa jadi dia hanya

menyangka bahwa … yaitu orang itu berhak untuk ditahdzir sedangkan orang itu
tidak berhak untuk ditahdzir dan seterusnya, yang seperti ini wajib baginya untuk
menuntut ilmu dan bertanya kepada yang tahu (ulama’) sehingga dia tidak
menambah robekan semakin meluas dan demikian pula mudharatnya lebih
banyak dari pada manfaatnya. Alangkah bagusnya ucapan:

Barang siapa yang mengingkari kemungkaran dengan yang lebih mungkar maka
seperti orang yang mencuci darah haid dengan kencing yang berwarna seperti
debu.

Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia, dan tiada yang
memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu
Maka haruslah bagi ikhwan kami untuk bersungguh-sungguh dan berijtihad dalam
memahami agama Alloh, sesungguhnya dengan inilah Alloh memuji para ulama’,
dikarenakan fahamnya terhadap perkara dan meletakkannya pada tempatnya.
Semoga Alloh memberi taufiq kepada semua.” Selesai penukilan

NASEHAT TERAKHIR sebagai penutup

menisbahkan diri kepada dakwah salafiyyah adalah perkara mudah jika hakekatnya hizbiyyah ini adalah pemanis dakwah hanya untuk menarik orang orang awam supaya terkesan di atas al haq

ketahuilah segala bentuk kesesatan tidak akan tersembunyi di balik jubah kepalsuan,karena sudah sunnatullah suatu saat akan terbongkar oleh kalangan dari orang orang jujur

About these ads

About abuabdirrohmanjakarty

semoga kami selamat dari fitnah

Posted on Oktober 24, 2012, in bantahan subhat hizbiyyah and tagged . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. ciri ciri surury sdh dipolitisir oleh hizbiyun
    pdhl awalnya fitnah surury dibongkar oleh ulama jarh wa tadhil spt syeh muqbil lalu pewarisnya yaitu syeh yahya juga syeh robi al madkholy.
    ironisnya…justru para hizbiyun yg bcokol dlm yayasan tsb tdk sudi thullab/konsul ke ulama jarh tadhil tsb yg memang spesialis hal menyelidik kapasitas-kredibilitas-integritas fulan dlm interaksinya dg parameter sunnah dan atsar.
    lalu tiba2 hizbiyun tsb jadi pahlawan ksiangan utk bongkar surury tanpa pernah ruju kpd ulama jarh wa tadhil.
    oleh krn itu sy salut kpd abu fairuz kudus yg thullab kpd syeh yahya yg sdh ditempuh lebih 5thn yg konon rencananya thullab lebih dari 10thn di dammaj lalu abu fairus sdh buat malzamah CUKUP AHLUSUNAH SAJA YG BICARA HAK SURURY(spy surury tdk sok tahu utk politisir hakikat surury kpd umat apalagi malzamahnya sdh ditahqiq oleh masyaikh)
    pdhl jelas dari mahad jamilurohman/bin baz di jogya
    asunnah cirebon
    imam bukhory solo
    mahad alfurqon gresik
    al irsyad tengaran dan lain lainnya
    sdh nampak ciri surury dlm mereka.
    krn sy sejak thn 1996 s/d 2010 dlm interaksi kpd asunah cirebon
    jamilurohman/bin baz jogya
    imam bukhory..sdh persis syubhat surury dlm mereka yg sdh dipolitisir.
    contoh; merekaa ga sudi bedah bantahan rifqon ahlusunah karya syeh ab abbad
    pdhl kitab tsb pernah digadang gadang kitab andalan utk tangkis serangan dari luqmanyun.
    kedua: ga sudi bahas kitab jarh wa tadhil spt kitab karya syeh jamal bin furaihan yaitu lamuduril mansur minal qauli matsur.
    ato juga ga pernah dibahas irsyadul bariyyah mualif syeh hasan arroimi(murid syeh albani yg kini di yaman) diarea mereka.
    intinya…menjauhkan muqolidnya dari thullab kpd ulama jarh wa tadhil.akhirnya: tdk kenal mk tdk sayang.
    alhasil…justru hizbiyun tsb merasa tdk bagian dlm surury tanpa disadari.
    ibarat sang buta pertama di tny,”gmn ciri gajah?”lalu di jwb:”gajah adalah panjang bulat”(wajar sj..krn yg dipegang adlh kaki gajah)
    lalu sang buta kedua di tny dg prtanyaan yg sama;”dia bulat kurus”(logis..krn dia jwb itu krn pegang buntut)
    sang buta ketiga dg jwb;”adlh pipih lebar”(krn pegang kuping).
    itulah analogi para hizbiyun yg bgaul dg yayasan dg jwb berbagai versi tanpa runut kpd ulama jarh wa tadil.
    sesat dan menyesatkan..!
    naudzubillah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: